EVALUASI KANDUNGAN SENYAWA BERIKUT :
Analisis total polifenol
Kandungan total polifenol
dianalisis dengan menggunakan metode
Follin-ciocalteu. Sebanyak
0.05 ml ekstrak tanaman dimasukkan ke dalam tabung
reaksi,
kemudian 1 ml etanol, 5 ml aquades,
0.5 ml regen
follin-ciocalteu (50 %) ditambahkan ke dalam tabung reaksi dan
divortek. Setelah 5 menit, ke dalam tabung reaksi
tersebut ditambahkan 1 ml Na (5%) dan
divortek agar larutan
homogen. Reaksi campuran
didiamkan di tempat gelap
dengan cara dibungkus menggunakan aluminium foil selama 60 menit untuk
kemudian diukur nilai
absorbansinya pada panjang
gelombang 725 nm.
Kurva standar dibuat dengan cara
yang sama dengan
mengganti sampel dengan asam
galat yang dibuat
dalam beberapa konsentrasi.
Kandungan total polifenol dalam ekstrak
tanaman dinyatakan dalam
mg/ml sampel.
Penentuan
Total Fenolik
Kandungan total fenol dalam ekstrak ditentukan
dengan metode Jeong et al. (2005). Dalam
sampel ekstrak sebanyak 1 mL ditambahkan
dengan 1 mL reagen Folin-Ciocalteu (50%) dalam tabung reaksi dan kemudian campuran ini divortex selama 3 menit. Setelah interval waktu 3 menit, ditambahkan 1 mL larutan Na2CO 2%. Selanjutnya campuran
disimpan dalam ruang gelap selama 30 menit.
Absorbansi ekstrak dibaca dengan
spektrofotometer pada λ 750 nm. Hasilnya dinyatakan
sebagai ekuivalen asam galat dalam mg/kg
ekstrak. Kurva kalibrasi dipersiapkan pada cara
yang sama menggunakan asam galat sebagai standar.
Penentuan
Total Flavonoid
Prosedur penentuan kandungan total flavonoid menggunakan metode
Zhishen et al. (1999). 1 ml ekstrak ditambahkan dengan 5,7 mL aquades,
0,3 mL NaNO dan 3 mL aluminium klorida 10%, divortek dan didiamkan selama 5
menit. Setelah 6 menit 2 mL campuran larutan tersebut ditambahkan dengan 2 mL
NaOH 1 M, kemudian divortex dan dibaca pada λ 415 nm. Kandungan total flavonoid
dinyatakan sebagai ekuivalen kuersetin dalam mg/kg ekstrak. Kurva kalibrasi dipersiapkan
pada cara yang sama menggunakan kuersetin sebagai standar.
Penentuan
tanin Terkondensasi
Kandungan tanin terkondensasi sampel ditentukan menurut metode Julkunen-Titto
(1985). Sebanyak 0,1 ml larutan sampel dimasukkan dalam tabung reaksi yang
dibungkus alumunium foil, lalu ditambahkan 2
ml larutan vanillin 4% (b/v) dalam etanol dan
divortex. Kemudian ditambahkan 1 ml HCL pekat
dan divortex lagi. Absorbansi sampel dibaca
pada λ 500 nm setelah campuran itu campuran
diinkubasi selama 20 menit pada suhu kamar. Kandungan
tanin terkondensasi dinyatakan sebagai
ekuivalen katekin dalam mg/kg ekstrak. Kurva
kalibrasi dipersiapkan pada cara yang sama menggunakan
katekin sebagai standar.


0 Comments